TIME

Selasa, 31 Maret 2015

cerpen



KEJUTAN
     Sengatan  matahari  yang begitu menusuk tubuhku membuat sekujur tubuhku berkeringat ,aku pun berteduh di pohon dekat kantin .
Tiba-tiba saja kepalaku merasa sakit,dilempari botol minuman  .”AWW….Siapa yang melempar botol minuman ini ?” kataku sambil mengelus-ngelus kepala . Ku lihat disekeliling tidak orang satu pun. aku pun langsung mengambil botol minuman itu dan meminumnya karena merasa lelah  setelah berolahraga selama dua jam lamanya.
    Tidak lama kemudian aku menuju ke kelas untuk melanjutkan pelajaran kedua. Saat pak guru datang terdengar bisik-bisik kecil dari teman-temanku .Ternyata pak guru membawa seorang murid baru lelaki. Dengan senyuman manisnya ia memperkenalkan diri dihadapan kami, lalu ia pun langsung menempati bangku kosong disebelahku .  Pelajaran pun dimulai,namun ketika aku hendak menulis tanggal dibuku catatanku ternyata kalender dikelasku hilang. Dan saat aku bertanya pada teman temanku merekapun ternyata lupa dengan tanggal hari ini .
Saat istirahat pertama telah usai aku langsung bergegas ke tempat dudukku. Tetapi aneh saat aku melihat bangku disebelahku,ternyata disitu sudah tidak ada tas murid baru itu,padahal dia tadi membawa tas.  Aku pun menanyakan kepada teman teman ku juga pada pak guru.  Dan jawaban mereka semua adalah bahwa hari ini tidak ada murid baru. Jawaban itu membuatku kaget dan penuh dengan tanda tanya besar di pikiranku .
    Sepulang sekolah aku selalu membersihkan kelas,karena memang sudah menjadi tugasku setiap hari selasa bersama lima temanku untuk piket harian. Tetapi saat itu mereka semua tidak bisa piket pada hari itu karena alasan akan mengerjakan tugas kelompok. Alhasil aku harus membersihkan kelasku sendirian   yang penuh dengan sampah berserakan dimana mana ,pasti hal itu membuat ku pulang terlambat. Ketika membersihkan kolong meja disebelah bangkuku aku terkejut karena mendapatkan botol minuman mirip dengan yang  terlempar kekepalaku saat jam olahraga , dibotol minuman itu ada tulisan dengan secarik kertas bahwa “aku menunggumu di bawah pohon untuk kuserahkan  “ dalam hatiku aku menduga bahwa ini sebuah teka teki yang akhirnya aku berpikir untuk pergi ke pohon yang kududuki saat jam olahraga . Sesampainya disana dari atas pohon ada kertas panjang yang bertuliskan “HAPPY BRiTHDAY” lalu muncul pak guru  dengan membawa kue ulang tahun dari balik pohon juga satu persatu temanku termasuk murid baru  itu sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun . Disitu aku terharu dan merasa senang atas kejutan semua ini, walaupun aku merasa sedikit marah dan jengkel karena  mereka semua mengerjaiku.



                                                                                                                             karya:Hermiyatun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar